Penanaman buluh: Jangan eksploitasi baki hutan di Malaysia (Malay/English)

Bamboo plants - Photograph: Jorn van Maanen/Flickr

[ENGLISH VERSION BELOW] Pertubuhan Perlindung Khazanah Alam Malaysia (Peka) menerima pengumuman oleh Kementerian Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia dengan keraguan yang tinggi.

Walaupun mengakui bahawa kementerian menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah Pakatan Harapan sebelumnya, ada keprihatinan serius tentang pelaksanaan dan perlindungan lingkungan yang harus ada untuk memastikan bahawa baki hutan di Malaysia tidak dieksploitasi.

Ini sebagai inisiatif kerajaan persekutuan, adalah kewajiban kerajaan persekutuan untuk bertahan bahawa pelaksanaan skema yang diperkenalkan oleh mereka sesuai dengan komitmen internasional mereka untuk memastikan keberlanjutannya. Piawaian dan langkah harus dibuat untuk memastikan bahawa ladang buluh tidak dilaksanakan di tanah hutan yang ada.

Pengenalan penanaman buluh hanya harus dilaksanakan sebagai tanaman alternatif untuk tanaman tunai yang ada dan hanya terbatas pada tanah pertanian yang ada, termasuk perkebunan kelapa sawit.

Pelajaran yang diperoleh dari penanaman kelapa sawit harus diterima pakai oleh kerajaan persekutuan untuk memastikan kelestarian dalam jangka panjang. Piawaian yang dilaksanakan dalam industri kelapa sawit yang berkaitan dengan kelestarian harus diadaptasi pada tahap awal ini – secara khusus, batasan-batasan yang berkaitan dengan mendirikan perkebunan di tanah berhutan.

Gagal berbuat demikian adalah tindakan tidak adil oleh kerajaan persekutuan terutamanya apabila usaha baru ini dibiayai oleh kerajaan persekutuan sementara tanah masih berada di bawah hak perlembagaan setiap negeri.

Kami mengakui kelebihan buluh sebagai tanaman mesra alam, sama ada kemampuannya untuk mengekalkan air atau sebagai penyerap karbon yang cekap. Namun begitu, Peka menggesa Kementerian Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia untuk berfikir secara strategik dan memastikan keberlanjutan dalam melaksanakan dasar atau skim apa pun. Keuntungan ekonomi yang tidak mengambilkira kelestarian alam adalah perkara yang lapuk dan tidak lagi dapat dipertahankan.

Juga penting untuk diperhatikan bahawa Malaysia yang sangat bergantung pada import dan kurangan food security harus fokus untuk mengembangkan sektor penting ini daripada terus memberi perhatian pada penanaman tanaman tunai yang diusahakan secara tidak lestari dan tidak banyak yang ditawarkan untuk kelansungan. Fokus seperti ini sangat penting dalam menghadapi perubahan iklim dan krisis ekonomi yang akan berlaku setelah pendemik koronavirus.

English version

Stop exploiting remaining forests in Malaysia

The Organisation for the Preservation of Natural Heritage Malaysia (Peka) receives the announcement by the Ministry of Plantation Industries and Commodities with heightened trepidation.

Whilst acknowledging that the ministry is carrying on policies laid down by the previous Pakatan Harapan government, there is serious concern about the implementation and environmental safeguards that must be in place to ensure that the remaining forests in Malaysia are not exploited.

This being a federal government initiative, it is incumbent upon the federal government to ensure that the implementation of the schemes introduced by it are in keeping with its international commitment to ensure sustainability. Standards and measures should be in place to ensure that bamboo farms are not established on existing forested land.

The introduction of bamboo cultivation should only be implemented as an alternative crop to existing cash crops and limited to existing farm lands including oil palm plantations. Lessons learned from oil palm cultivation should be adopted by the federal government to ensure sustainability in the long term.

Standards implemented in the oil palm industry pertaining to sustainability should be adopted at this early stage – specifically, the restrictions relating to establishing plantations on forested land. Failing to do so would be tantamount to nonfeasance by the federal government especially when these new ventures are funded by the federal government while land remains under the constitutional right of the various individual states.

We acknowledge the benefits of bamboo as being environmentally friendly, be it for its ability to retain water or as an efficient carbon sink. However, Peka urges the Ministry of for Farming and Commodity to think strategically and to ensure sustainability in implementing any policy or scheme. Pure economic gain without ensuring sustainability is a thing of the past and is no longer tenable.

It is also important to note that Malaysia, being highly dependent on imports and lacking in food security, should be focused on developing this crucial sector instead of continually focusing on the cultivation of cash crops which are unsustainably cultivated and have little to offer towards self-sustenance. Such a focus is especially important in the face of climate change and the economic crunch that will come about in the wake of the coronavirus pendemic.

Thanks for dropping by! The views expressed in Aliran's media statements and the NGO statements we have endorsed reflect Aliran's official stand. Views and opinions expressed in other pieces published here do not necessarily reflect Aliran's official position.

Our voluntary writers work hard to keep these articles free for all to read. But we do need funds to support our struggle for Justice, Freedom and Solidarity. To maintain our editorial independence, we do not carry any advertisements; nor do we accept funding from dubious sources. If everyone reading this was to make a donation, our fundraising target for the year would be achieved within a week. So please consider making a donation to Persatuan Aliran Kesedaran Negara, CIMB Bank account number 8004240948.